| Ceramah · Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr · 10 Kaidah Dalam Menggapai Istiqomah |
![]()
Rate: Pemateri : Syaikh Prof.Dr.Abdur Rozzaq bin Abdul muhsin Al badr Hafidzohumallah Penterjemah : ustadz Firanda Andirja waktu : Ahad , 01 November 2009 dalam kajian ini Syaikh menjelaskan 10 kaidah dalam upaya untuk mendapatkan dan menjaga istiqomah yang setiap kita mendambakannya hingga akhir hayat kita,diantara kaidah tersebut adalah : 1. kita harus menyakini bahwa istiqomah adalah karunia dari Allah Ta’ala 2. hakikat istiqomah adalah mengikuti Jalan dan petunjuk Allah Ta’ala 3. Pokok Istiqomah adalah Istiqomahnya Hati 4. Istiqomah yang dikehendaki Allah Ta’ala adalah kita berupaya untuk bisa menjalankan dan mendekati sunnah Rosulullah dalam kehidupan kita. 5. Istiqomah berkaitan erat dengan perkataan perbuatan dan niat 6. Istiqomah haruslah Lillah (ikhlas hanya karena Allah), billah (memohon kepada Allah ta’ala) dan ala amrillah (sesuai dengan perintah Allah Ta’ala) 7. tidak boleh terpedaya atas istiqomah yang dia rasakan dengan ujub dan merasa lebih dari manusia yang lain,jangan menyandarkan istiqomah kepada dirinya akan tetapi jadikan Allah sebagai sandaran bagi kita agar menerima istiqomah kita. 8. barangsiapa yang bisa istiqomah di dunia maka Allah akan memberikan istiqomah di akhirat ketika melewati as shiraat dan selamat dari api neraka. 9. Menjauhi fitnah syahwat dan syubhat yang bisa memalingkan manusia dari istiqomah 10.Menjauhi tasyabuh terhadap orang-orang kuffar Untuk penjelasan lebih rinci silahkan simak kajian bermanfaat ini. Semoga kita bisa Istiqomah diatas Islam dan Sunnah dengan pemahaman generasi salaful ummah. Sumber : RadioRodja.com Kajian |
Undang teman dan keluarga untuk belajar agama Islam dengan mendengarkan kajian MP3 dan ceramah MP3 di web ini atau klik disini untuk memasang banner Kajian.Net di situs dan blog Anda untuk memudahkan pengunjung web Anda mendengarkan ceramah mp3 dari web kajian.net.
“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).