| Ceramah · Ahmad Rafi'i · Menyembelih Untuk Selain Allah |
![]()
Rate: Hanya untuk sekedar beralasan “Enak”, “Sedap”, “Lezat” atau sejenisnya, lalu dia melahap dan menyantapnya, padahal murka Allooh سبحانه وتعالى membayang-bayangi mereka yang seandainya Allooh سبحانه وتعالى berhentikan hidupnya saat itu, maka sungguh dia akan menjadi Su’ul Khootimah. Sembelihan di dalam Islam, bukan saja merupakan jembatan menikmati, tetapi juga dia adalah simbol dari ketunduk-patuhan seseorang terhadap Penciptanya dan Pencipta apa yang disembelihnya. Seseorang yang ingin menikmati hewan sembelihan, sedemikian rupa Islam telah mengatur tata cara dan etika menyembelihnya; untuk kemudian bukan saja “Enak”-“Lezat”, tetapi juga dia menuai pahala dan kebajikan dari Allooh سبحانه وتعالى karena menepati aturan-Nya. Sebaliknya, berbeda halnya dengan sembelihan yang menyelisihi tata cara dan etika yang telah ditetapkan syari’at, apalagi menyembelihnya tidak dengan nama Allooh سبحانه وتعالى atau bahkan untuk persembahan pada selain Allooh سبحانه وتعالى, maka Na’uuzu billaahi min dzaalik – orang itu telah dianggap menyiksa hewan yang disembelihnya dan dia telah ma’shiyat pada Allooh سبحانه وتعالى dan Rosuul-Nya صلى الله عليه وسلم, bahkan dia rela untuk berpindah posisi menjadi Musyrik. Maka simaklah audio ceramah yang satu ini. Sumber: ustadzrofii.wordpress.com Kajian |
Undang teman dan keluarga untuk belajar agama Islam dengan mendengarkan kajian MP3 dan ceramah MP3 di web ini atau klik disini untuk memasang banner Kajian.Net di situs dan blog Anda untuk memudahkan pengunjung web Anda mendengarkan ceramah mp3 dari web kajian.net.
“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).