| Ceramah · Ahmad Rafi'i · Hartaku, Hartaku |
![]() Rate: Demikian bisa jadi ungkapan itu terungkap oleh seseorang yang sangat khawatir jika hartanya ada yang merebut, ada yang mengambil, ada yang mencuri atau ada yang mengganggu. “Hartaku, Hartakuuuu…….” Demikian pernyataan yang diungkapkan sebagai wujud pengakuan bahwa memang harta itu miliknya dan bukan milik orang lain. “Hartaku, Hartakuuuu…….” Jangan ada yang mengganggu, jangan ada yang memiliki, jangan ada yang mengambil, jangan ada yang mengurangi karena ini adalah hartaku. Lalu kikir, bakhil, seolah harta yang dia miliki adalah milik dia, dan bukan merupakan amanah dari Allooh سبحانه وتعالى. Harta telah membuat dia lalai, tertipu, terbuai, terpukau seolah dia adalah pemuas bahkan penyelamat baginya. Jangan ada orang kaya sepertiku, bahkan punya orang bila perlu harus menjadi milikku. Padahal harta yang dia terkadang membuat matanya menjadi buta, tak tahu lagi Halal dan Harom, tak tahu lagi Boleh dan Tidak Boleh itu hanyalah apa yang dia makan lalu dia buang, lalu apa yang dia pakai lalu dia rusak, kecuali jika dia ingat dan dia pandai untuk bershodaqoh agar hidupnya di masa yang akan datang menjadi panjang, karena dia punya bekal untuk layak hidup yang panjang. Sumber: ustadzrofii.wordpress.com Kajian |
Undang teman dan keluarga untuk belajar agama Islam dengan mendengarkan kajian MP3 dan ceramah MP3 di web ini atau klik disini untuk memasang banner Kajian.Net di situs dan blog Anda untuk memudahkan pengunjung web Anda mendengarkan ceramah mp3 dari web kajian.net.
“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).